Senin, 21 Maret 2016
Senin, 16 November 2015
Catu daya
merupakan suatu Rangkaian yang paling penting bagi sistem elektronika. Ada dua
sumber catu daya yaitu sumber AC dan sumber DC. Sumber AC yaitu sumber tegangan
bolak - balik, sedangkan sumber tegangan DC merupakan sumber tegangan searah.
Bila dilihat
dengan osiloskop seperti berikut.
(a) Tegangan AC
(b) Tegangan DC Gambar 1. Sumber
Tegangan Bila diamati sumber AC tegangan berayun sewaktu-waktu pada kutub
positif dan sewaktu-waktu pada kutub negatif, sedangkan sumber AC selalu pada
satu kutub saja, positif saja atau negatif saja. Dari sumber AC dapat
disearahkan menjadi sumber DC dengan menggunakan rangkaian penyearah yang di
bentuk dari dioda. Ada tiga macam rangkaian penyearah dasar yaitu penyearah
setengah gelombang, gelombang penuh dan sistem jembatan.
(a) Penyearah Setengah Gelombang
(b) Penyearah Gelombang Penuh
(c)
(a) Tegangan AC
(b) Tegangan DC Gambar 1. Sumber
Tegangan Bila diamati sumber AC tegangan berayun sewaktu-waktu pada kutub
positif dan sewaktu-waktu pada kutub negatif, sedangkan sumber AC selalu pada
satu kutub saja, positif saja atau negatif saja. Dari sumber AC dapat
disearahkan menjadi sumber DC dengan menggunakan rangkaian penyearah yang di
bentuk dari dioda. Ada tiga macam rangkaian penyearah dasar yaitu penyearah
setengah gelombang, gelombang penuh dan sistem jembatan.
(a) Penyearah Setengah Gelombang
(b) Penyearah Gelombang Penuh
(c)
Penyearah
Sistem Jembatan Gambar 2.6. Rangkaian Penyearah Biasanya output dari rangkaian
diberi suatu filter kapasitor untuk menghilangkan riak sehingga diperoleh
tegangan DC yang stabil. Tegangan DC juga dapat diperoleh dari batere. Dengan
penggunaan batere ditawarkan sumber tegangan DC yang stabil dan portable namun
dapat habis tergantung kapasitas batere tersebut. Tegangan yang tersedia dari
suatu sumber tegangan yang ada biasanya tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk
itu diperlukan suatu regulator tegangan yang berfungsi untuk menjaga agar
tegangan bernilai konstan pada nilai tertentu. Regulator tegangan ini biasanya
berupa IC dengan kode 78xx atau 79xx. Untuk seri 78xx digunakan untuk regulator
tegangan DC positif, sedangkan 79xx digunakan untuk regulator DC negatif. Nilai
xx menandakan tegangan yang akan diregulasikan. Misalnya kebutuhan sistem
adalah positif 5 volt, maka regulator yang digunakan adalah 7805. IC regulator
ini biasanya terdiri dari tiga pin yaitu input, ground dan output. Dalam
menggunakan IC ini tegangan input harus lebih besar beberapa persen (tergantung
pada data sheet) dari tegangan yang akan diregulasikan.
Rangkaian & Layout PCB Catu Daya DC 5V dan 12V
Bereksperimen elektronika
digital TTL membutuhkan adanya catu daya DC 5V. Tak jarang pula kita
membutuhkan catu daya DC 12V untuk keperluan lain, misalnya: menggerakkan relay
12VDC, motor DC 12V, opamp, atau sekedar untuk memutar bor PCB kita.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kita dapat membeli
catu daya tegangan DC dengan beberapa variasi tegangan (multi-voltage regulated DC power supply). Atau dapat juga
kita gunakan wall-adaptor 500mA-1A yang
dapat kita beli di toko peralatan elektronik. Atau dapat juga kita merakit sendiri rangkaian catu daya yang kita butuhkan.
Nah, bagi Anda yang ingin merakit sendiri catu daya
tegangan DC 5V dan 12V, Anda dapat menggunakan layout PCB berikut ini. Foto di
atas adalah komponen komplit dari papan praktikum yang terdiri dari rangkaian
catu daya dan project-board.
Adapun skematik dari rangkaian tersebut adalah:
Sebagai masukan tegangan AC dapat digunakan trafo 2A
jenis CT dengan tegangan maksimum keluaran 15-18 VAC. Sebagai regulator
digunakan IC 7812 dan 7805 dengan maksimum arus keluaran ±1A.
Sebagai terminal
konektor kabel masukan dan keluaran, digunakan PCB Mount Terminal Block dengan
model seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini.
Rangkaian ini sangat mudah dirakit. Jika Anda berminat,
silakan meninggalkan komentar dan saya akan mengirimkan file layout PCB dalam
format PDF siap cetak. Foto di bawah
adalah catu daya 12V dan 5V yang digabungkan dengan sebuah project-board yang
sangat fleksibel untuk bereksperimen. Bagus kan? Hihihi… :D
Foto Papan
Eksperimen Elektronika
Untuk pembuatan rangkaian catudaya ini diperlukan
komponen – komponen yang dapat di cari di toko – toko, yang diantara lain :
1. PCB Polos (10x20cm) 1 Buah = 4.500
2. Ferit Clorida Secukupnya
3. Saklar Power 1 Buah = 5.500
4. Kabel PLN 1 meter =
5. Kabel Pelangi 2 Meter = 2000 * 2
6. Trafo CT 3A ( 15,18,24,30 ) 1 Buah =
7. Diode Bridge 5A 3 buah = 3000 * 3
8. IC 7805 + Heat Sink 1 buah = 2.000 + 3.000
9. IC 7905 + Heat Sink 1 buah = 3.000 + 3.000
10. IC 7812 + Heat Sink 1 buah = 2.000 + 3.000
11. IC 7912 + Heat Sink 1 buah = 3.000 + 3.000
12. IC 317 + Heat Sink 1 buah = 4.000 + 3.000
13. IC 337 + Heat Sink 1 buah = 5.100 + 3.000
14. Kapasitor 10.000 mikro farad 2 buah = 900.00 * 2
15. Kapasitor 2.200 mikro farad 4 buah = 1.725.00 * 4
16. Kapasitor 10 mikro farad 4 buah = 225.00 * 4
17. Resistor 560 ohm 2 buah = 50.00 * 2
18. Resistor 270 ohm 4 buah = 100.00 * 4
19. Resistor 10k ohm 2 buah = 100.00 * 2
20. Resistor Variabel 5k ohm 2 buah = 200.00 * 2
21. Dioda N4148 2 buah = 200.00 * 2
22. Fuse 3 A + Socket 1 buah = 500.00 + 500.00
23. Fuse 2 A + Socket 6 buah = 500.00 + 500.00
24. LED merah 2 buah = 300.00 * 2
25. LED hijau 2 buah = 300.00 * 2
26. Potensio Mono 5A 2 Buah = 3.000 * 2
27. Transistor TIP 3055 3 buah = 7.500 * 3
1. PCB Polos (10x20cm) 1 Buah = 4.500
2. Ferit Clorida Secukupnya
3. Saklar Power 1 Buah = 5.500
4. Kabel PLN 1 meter =
5. Kabel Pelangi 2 Meter = 2000 * 2
6. Trafo CT 3A ( 15,18,24,30 ) 1 Buah =
7. Diode Bridge 5A 3 buah = 3000 * 3
8. IC 7805 + Heat Sink 1 buah = 2.000 + 3.000
9. IC 7905 + Heat Sink 1 buah = 3.000 + 3.000
10. IC 7812 + Heat Sink 1 buah = 2.000 + 3.000
11. IC 7912 + Heat Sink 1 buah = 3.000 + 3.000
12. IC 317 + Heat Sink 1 buah = 4.000 + 3.000
13. IC 337 + Heat Sink 1 buah = 5.100 + 3.000
14. Kapasitor 10.000 mikro farad 2 buah = 900.00 * 2
15. Kapasitor 2.200 mikro farad 4 buah = 1.725.00 * 4
16. Kapasitor 10 mikro farad 4 buah = 225.00 * 4
17. Resistor 560 ohm 2 buah = 50.00 * 2
18. Resistor 270 ohm 4 buah = 100.00 * 4
19. Resistor 10k ohm 2 buah = 100.00 * 2
20. Resistor Variabel 5k ohm 2 buah = 200.00 * 2
21. Dioda N4148 2 buah = 200.00 * 2
22. Fuse 3 A + Socket 1 buah = 500.00 + 500.00
23. Fuse 2 A + Socket 6 buah = 500.00 + 500.00
24. LED merah 2 buah = 300.00 * 2
25. LED hijau 2 buah = 300.00 * 2
26. Potensio Mono 5A 2 Buah = 3.000 * 2
27. Transistor TIP 3055 3 buah = 7.500 * 3
Dan tidak lupa alat_alat yang diperlukan:
• Soldier
• Timah
• Penyedot Timah
• MultiTester
• Tang ( Kombinasi Lancip, Potong )
• Gergaji Besi
• Bor Tangan
• Spidol Permanen
• Penggaris
• Cutter
• Obeng +-
• Lem
• Setrika
• Dll
• Soldier
• Timah
• Penyedot Timah
• MultiTester
• Tang ( Kombinasi Lancip, Potong )
• Gergaji Besi
• Bor Tangan
• Spidol Permanen
• Penggaris
• Cutter
• Obeng +-
• Lem
• Setrika
• Dll
Dan berikut ini struktur schmatiknya:
Gambar Layout
Sistematik Cara Pembuatan Catudaya.
1. Pertama kita siapkan sebuah papan PCB Polos
2. Gambar rangkaian dan layout dengan menggunakan Electronic Workbench
3. Gambar garis dengan spidol / cutting stiker ( mirror ) untuk membuat layout PCB
4. Lalu di celupkan ke dalam pelarut ( Florit )
5. Setelah kering kita bisa mem-bor PCB dengan menggunakan mata bor 0,8
6. Setelah selesai kita bisa pasang komponennya satu persatu
7. Setelah selesai semua, Rangkain bisa dimasukan ke dalam box
8. Di test
Referensi :
http://duniaelektronika.blogspot.co.id/2007/09/catu-daya.htmlhttps://telinks.wordpress.com/tag/catu-daya-12v/http://sinubie.blogspot.co.id/2011/05/pembuatan-rangkaian-catudaya-dengan_31.html
http://duniaelektro.com/
Selasa, 20 Oktober 2015
Tahapan - tahapan dalam proses pengambilan keputusan , terutama dalam bidang engineering
Tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan, terutama dalam bidang
engineering
A. Pengertian Pembuatan Keputusan
Pada hakekatnya, pembuatan keputusan adalah suatu pendekatan yang
sistematis terhadap suatu masalah yang dihadapi. Demikian dikemukakan oleh
Sondang P. Siagian dalam bukunya “Filsafat Administrasi”, halaman 47. Lebih
jauh dikatakan bahwa pendekatan yang sistematis itu menyangkut pengetahuan
tentang hakekat masalah yang dihadapi, pengumpulan fakta dan data yang relevan
dengan masalah yang dihadapi, analisis masalah dengan mempergunakan fakta dan
data,mencari alternatif pemecahan, menganalisis setiap alternatif sehingga
dikemukakan alternatif yang paling rasional, dan penilaian hasil yang dicapai
sebagai akibat dari keputusan yang diambil.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik pengertian bahwa proses
pembuatan keputusan tidak terjadi secara kebetulan dan asal jadi saja, tetapi
melalui proses rasional. Oleh sebab itulah pembuatan keputusan harus dilakukan
dengan memperhatikan lima hal berikut:
1. Proses pembuatan keputusan dilakukuan
dengan kesengajaan.
2. Pembuatan keputusan menggunakan pendekatan
sistematik, dalam arti tidak asal jadi.
3. Pembuatan keputusan pada hakekatnya
merupakan pemecahan masalah dengan sebaik-baiknya.
4. Pemecahan masalah dalam pembuatan
keputusan harus didasarkan atas fakta yang diolah, bukan atas dasar mereka-reka.
5. Keputusan yang baik adalah hasil
pemilihan berbagai laternatif, setelah dianalisis dengan matang.
Pembuatan keputusan ialah proses memilih sejumlah alternatif. Pembuatan
keputusan penting bagi administrator pendidikan karena proses pengambilan
keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, koordinasi,
dan perubahan organisasi. Setiap level administrasi sekolah mengambil keputusan
secara hierarkis. Keputusan yang diambil administrator berpengaruh terhadap
pelanggan pendidikan terutama peserta didik. Oleh karena itu, setiap
administrator pendidikan harus memiliki keterampilan mengambil keputusan secara
cepat, tepat, efektif, dan efisien.
B. Prinsip Pembuatan Keputusan
Pembuatan keputusan mengenal berbagai prinsip dasar sehingga baik dalam
tahapan perumusan maupun implementasinya pembuatan keputusan tersebut
memenuhi syarat sebagai alat manajemen yang dapat memberikan panduan bagi
anggota dalam bertindak dan berprilaku. Adapun Prinsip-Prinsip tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Keputusan pada dasarnya ditujukan untuk memecahkan masalah,
karena itu setiap alternatif solusi hendaknya tepat untuk masalah yang
dituju.
2. Setiap keputusan hendaknya merupakan alternatif terbaik dengan resiko
yang amat minial.
3. Keputusan hendaknya sudah mempertimbangkan lingkup dan resiko secara
sistematik dan sistemik.
4. Keputusan hendaknya tidak berada diluar zona of
acceptance manusia.
5. Keputusan yang efektif adalah keputusan yang dapat
dilaksanakan.
6. Keputusan hendaknya memecahkan masalah yang generik bukan masalah
yang oprasional teknis.
7. Pembuatan Keputusan terdiri dari tahap perumusan keputusan dan
implementasi keputusan.
8. Pembuatan keputusan hendaknya menghasilkan suatu hasil yang dapat
diukur.
9. Keputusan tidak selalu harus dimulai dari data, tapi dari judgement.
Keseluruhan prinsip di atas dapat dijadikan dasar dalam setiap pembuatan
keputusan. Dengan menerapkan prinsip tersebut pembuat keputusan dapat terhindar
dari berbagai kesalahan dalam menggunakan pembuatan keputusan. Ini mengandung arti bahwa
kekacauan manajemen yang acap kali disebabkan oleh pembuatan keputusan yang
tidak didasarkan kepada prinsip yang tepat dapat dihindari.
C. LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN
KEPUTUSAN
Setiap kali manajemen memberikan pandangan sesuai dengan sudut tinjauannya.
Oleh sebab itu, banyak variasi tahap-tahap pembutan keputusan yang
muncul. Sedang P. Siagian dalam buku-nya “Sistem Informasi untuk
Pembuatan Keputusan” mengemukakan pendekatan bertahap dalam pembuatan keputusan
pada halaman 110. Pendekatan bertahap berarti sebelum keputusan di ambil, ada
langkah-langkah tertentu yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Langkah-langkah tersebut meliputi:
1. Kegiatan-kegiatan
intellijen. Artinya menemukan situasi yang memerlukan kegiatan pembuatan
keputusan.
2. Design-activities,
yang berarti menemukan, mengembangkan, dan menganalisis tindaklanjut yang
hendak dicapai.
3. Kegiatan pemilihan, yaitu
memilih dari berbagai kemungkinan tindak lanjut yang menurut perhitungan
merupakan tindak lanjut yang paling tepat.
4. Pelaksanaan, dalam arti
pembuatan keputusan.
Dengan menerapkan
langkah-langkah tersebut di atas, maka secara sistematis diharapkan akan
memungkinkan seseorang membuat keputusan dengan tepat, cepat, praktis, dan
rasional.
Berhubungan dengan
tahap-tahap tersebut, tetapi lebih empiris (yaitu, menelusuri keputusan
sebenarnya dalam bidang engineering), adalah langkah pengambilan keputusan
menurut Mintzberg dan koleganya:
- Tahap identifikasi, di mana pengenalan masalah atau kesempatan muncul
dan diagnosis dibuat Diketahui bahwa masalah yang berat mendapatkan
diagnosis yang ekstensif dan sistematis, tep masalah yang sederhana tidak.
- Tahap pengembangan, di mana terdapat pencarian prosedur atau solusi
standar yang ada as mendesain solusi yang baru. Diketahui bahwa proses
desain merupakan proses pencarian d percobaan di mana pembuat keputusan
hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas.
- Tahap seleksi, di mana pilihan solusi dibuat. Ada tiga cara
pembentukan seleksi: dengan penilainn pembuat keputusan, berdasarkan
pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis; dengan analisis alternatif
yang logis dan sistematis; dan dengan tnwar-menawar saat seleksi
melibatkan kelompok pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada.
Sekali keputusan diterima secara formal, otorisasi pun kemudian dibuat.
- Tingkat-tingkat
Setiap keputusan
mempunyai kadar tingkatan yang berbeda-beda. Keputusan biasanya memiliki empat
tingkatan yaitu keputusan otomatis,keputusan yang bedasarkan informasi yang diharapakan,keputusan
yang bedasarkan pertimbangan,serta keputusan bedasarkan ketidakpastian ganda.
Keputusan otomatis merupakan bentuk keputusan yang dibuat dengan sangat
sederhana.
- Jenis-jenis
Keputusan biasanya
terbagi menjadi dua jenis yaitu keputusan pribadi dan keputusan bersama.
Keputusan pribadi merupakan keputusan yang diambil untuk kepentingan diri
sendiri dan dilakukan secara perorangan. Keputusan bersama merupakan keputusan
yang diambil bedasarkan kesepakatan bersama dan untuk kepentingan bersama.
Keputusan bersama tidak boleh menguntungkan satu pihak dengan merugikan pihak
lain.
- Kategori
Keputusan jika dilihat
dari cara memperoleh informasi dapat dikategorikan menjadi empat yaitu
keputusan refresentasi, empiris, Informasi, ekpolorasi. Keputusan Refresentasi
merupakan keputusan yang dihadapi dengan informasi yang cukup banyak, dan
mengetahui dengan tepat bagaimana memanipulasi informasi tersebut. Keputusan
Empiris merupakan keputusan yang kurang memiliki informasi namun mengetahui
bagaimana memperoleh informasi dan pada saat informasi itu diperoleh dinamakan
keputusan empiris. Keputusan Informasi merupakan keputusan
yang kaya akan informasi, tetapi diliputi dengan kontroversi tentang bagaimana
memperoleh informasi itu, dan selanjutnya akan menghasilkan keputusan
informasi. Keputusan Ekpolorasi merupakan keputusan yang kurang akan informasi
dan tidak ada kata sepakat yang dianut untuk memulai mencari informasi serta
tidak tahu dari mana usaha pengambilan keputusan akan dimulai.
- Contoh kasus masalah :
Jika anda seorang manager dibidang kelistrikan memiliki masalah
dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga air dan uap namun anda ditugaskan
membangun pembangkit listrik didaerah terpencil yang memiliki akses transportasi
yang kurang memadai untuk memindahkan alat-alat yang dibutuhkan serta banyak
tawaran kerja sama dengan perusahaan yang bergerak dibidang yang sama didaerah
tersebut,apakah anda memutuskan berkerja sama dengan perusahaan tersebut atau
tetap berdiri sendiri ? berikan alasan serta perhitungan yang anda lakukan
sebagai seorang manager
Jawab :
Poin poin penting yang diperhitungkan :
1.lama tidaknya perusahaan yang bergerak dibidang tersebut
2.seberapa berpengalamannya perusahaan yang ingin bekerja sama
3.untung dan rugi perusahaan kita
4.nilai transportasi yang dibutuhkan perusahaan jika ingin
membuatnya sendiri
5.kualitas pembangunan
6.waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan
7.sumber daya manusia yang kurang berpengalaman
8.rendahnya mutu
transportasi didaerah tersebut
Saya sebagai meneger lebih memilih bekerja sama dengan perusahaan
ini dengan syarat mengadakan pelatihan tenaga kerja yang kurang berpengalama
dari perusahaan yang bekerja sama untuk penjaminan mutu pembangunan serta
bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit tenaga listrik dari
perusahaan yang bekerja sama karena tidak memungkinkannya memindahkan alat-alat
dari perusahaan kami karena transportasi yang kurang memungkinkan.
- Sumber :
Soetopo, Hendyat. 2010. Kepemimpinan
Pendidikan. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Malang.
Kamis, 29 Januari 2015
JENIS - JENIS MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
Jenis- jenis Masalah Lingkungan hidup di dunia :
PENCEMARAN
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Ada bebarapa jenis pencemaran di dunia yaitu :
Pencemaran air :
adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit,
Akibatnya :
- Dapat menyebabkan banjir
- Erosi
- Kekurangan sumber air
- Dapat membuat sumber penyakit
- Tanah Longsor
- Dapat merusak Ekosistem sungai
- Kerugian untuk Nelayan
adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Hujan asam
pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
- Mempengaruhi kualitas air permukaan
- Merusak tanaman
- Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
- Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
Dampak dari pemanasan global adalah:
- Peningkatan suhu rata-rata bumi
- Pencairan es di kutub
- Perubahan iklim regional dan global
- Perubahan siklus hidup flora dan fauna
- Kerusakan lapisan ozon
Pencemaran Tanah :
adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Dampaknya :
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan.
Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman dimana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
Penanganannya :
Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-siteadalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung, karena kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya.
Jenis-jenis Masalah lingkungan hidup di Indonesia :
Masalah Lingkungan hidup di Indonesia saat ini:– penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan;
– polusi air dari limbah industri dan pertambangan;
– polusi udara di daerah perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia);
– asap dan kabut dari kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan;
– penghancuran terumbu karang;
– pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju;
– pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur;
– hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara.
Pencegahan dan penanggulangan masalah lingkungan:
Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan.
Pencemaran lingkungan akibat dari pembangunan industri
Masalah Lingkungan Dalam Pembangunan Industri.
Pembangunan di sektor dunia Industri merupakan cara yang tepat
dalam menaggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan. Melalui
pembangunan proyek industri pemerintah dan para pengusaha mampu
mempekerjakan rakyat yang memiliki potensi baik. Hal ini juga dapat
meningkatan perekonomian negara karena dengan proyek industri maka
negara dapat mengurangi barang-barang import. Dunia Industri juga dapat
mengajarkan dan mendidik bangsa agar menjadi bangsa yang produktif,
inovatif dan kreatif sehingga dalam beberapa tahun bangsa kita bisa
menghilangkan sifat konsumtif.Meskipun memiliki dampak positif yang besar bagi bangsa dan negara namun pembangunan proyek industri sering kali menyebabkan kasus-kasus pencemaran yang jelas-jelas merusak lingkungan. Banyak proyek-proyek pembangunan industri maupun kegiatan produksi yang ada didalamnya tidak memenuhi dan menaati kaidah lingkungan hidup. Sehingga lingkungan sekitar pabrik industri mengalami pencemaran tanah, air dan udara. Hal ini tentu saja mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar pabrik. Banyak penyakit-penyakit kulit, gangguan pernapasan dan gangguan pencernaan yang menyerang warga sekitar.
Kasus pencemaran lingkungan akibat industri perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Walaupun sudah ditetapkannya peraturan perundangan tentang hal ini namun masih banyak saja para pengawas dan pelaksana peraturan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka dengan mudah menerima uang suapan dan membiarkan pabrik-pabrik yang membuang limbahnya ke daerah pemukiman warga.
Kasus pencemaran udara yang terjadi akibat industri diakibatkan oleh pembuangan gas pembakaran mesin diesel dan gas sisa produksi yang dibuang melalui cerobong asap, namun dalam kasus ini cerobong asap yang dipergunakan sebagai saluran pembuangan sekaligus penyaringan udara sisa sebelum dibuang tidak memiliki spesifikasi yang baik dalam mengurangi polusi. Selain itu ketinggian dan kemiringan cerobong asap juga harus ideal sehingga udara sisa yang dibuang tidak mengenai lingkunngan tempat tinggal warga.
Berbeda dengan kasus pencemaran udara, pencemaran air dan tanah dipengaruhi oleh pembuangan limbah yang dibuang ke sungai atau saluran air warga. Pencemaran ini diakibatkan juga oleh pengolahan dan sterilisasi limbah yang kurang baik sehinngga limbah yang dibuang ke sungai masih menggandung bahan-bahan logam maupun organik yang berbahaya. Bahan-bahan ini bukan hanya menggangu kesehatan warga namun juga dapat menganggu populasi hewan dan tumbuhan air serta dapat menyebabkan mutasi.
B. Keracunan Bahan Organis Pada Industrilisasi.
Pada pembangunan industri sering menggunakan bahan-bahan kimia dalam proses produksi. Bahan-bahan kimia ini sering sekali mengakibatkan keracunan bagi orang yang tidak sengaja mengenainya. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain HCl, H2S H2SO4, HNO3. Bahan tersebut biasa digunakan dalam melarutkan cat, vernis, lemak, oli dan karet. Bahan-bahan diatas ada yang bersifat basa dan asam. Umunya bahan-bahan ini sering mengakibatkan gangguan pernapasan dan iritasi pada kulit karena sifat asam yang terkandung dalam bahan tersebut.
Jika limbah dari bahan-bahan korosif tersebut mencemari lingkungan dan tidak sengaja dikonsumsi warga maka dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan jaringan kulit, mata dan organ tubuh terutama hati dan ginjal. Bahan- bahan tersebut juga dapat mengakibatkan kebutaan dan hilangnya kesadaran atau pingsan bila terkena dalam jumlah yang banyak dan jangka waktu yang sedikit. Maka dari itu kita perlu mengolah bahan-bahan berbahaya tersebut dengan bijak agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Kamis, 11 Desember 2014
Mengenal Pertambangan Minyak
Meski sering mondar-mandir disekitar ladang minyak
Riau dari Pekanbaru, Minas, Duri sampai Dumai, saya tidak terlalu memperhatikan
apa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak disana. Yang jelas ada
sumur minyak, kilang minyak dan pipa-pipa raksasa sepanjang jalan. Untuk
keperluan lomba tentang Mengenal Tambang Lebih Dekat ini akhirnya saya
menyimak cerita suami tentang seluk beluk pertambangan minyak. Semoga
bermanfaat.
GARIS BESAR
Secara garis besar, proses penambangan minyak dimulai
dengan penggalian sumur, memisahkan minyak, gas dan air, lalu mengekspornya
dalam bentuk minyak mentah atau diolah menjadi bahan bakar siap pakai.
Saat ini hanya Pertamina yang berhak mengolah minyak
mentah menjadi siap pakai karena UUD 1945 mengatur bahwa yang menguasai hajat
hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Hasil olahan minyak mentah
dengan mutu tertinggi adalah avtur, sementara yang terendah adalah aspal.
Diantara keduanya masih ada bensin, solar dan minyak tanah.
Kelihatannya sederhana ya, tetapi sesungguhnya
memerlukan kerjasama tim yang terdiri dari para sarjana geologi, pertambangan,
teknik kimia, teknik sipil, elektro, mekanikal dan sebagainya. Para sarjana
geologi bertanggung jawab terhadap pemetaan kemungkinan kandungan minyak bumi.
Sarjana pertambangan bertanggung jawab dalam pengeboran atau eksplorasi.
Sarjana teknik kimia bertanggung jawab dalam proses pengolahan. Sarjana teknik
sipil menyediakan fasilitas dan pembuatan sumur. Sarjana elektro
bertanggung jawab terhadap suplai power. Sedangkan sarjana mekanikal
bertanggung jawab terhadap fasilitas pemipaan dan kilang. Ya, pertambangan
minyak perlu banyak keahlian untuk menaikkan minyak dari dalam tanah, lalu
mengolahnya agar bisa digunakan masyarakat.
MINYAK RIAU
Pertambangan minyak Riau yang merupakan pertambangan
pertama di Sumatra yang berhasil diekspor dan Minas merupakah ladang minyak
yang terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara. Minas terkenal dengan
jenis minyak terbaik karena memiliki kadar belerang yang rendah.
Meski sudah didirikan NPPM (N.V Nederlansche Pacific
Petroleum Maatschaapij) sejak tahun 1924, tapi baru pada tahun 1950 lah minyak
Minas diekspor melalui Sungai Siak di Perawang melalui PT Caltex Pacific Oil
Company (CPOC).
Masa keemasan minyak di daerah ini mulai tampak dengan
ditemukannya ladang-ladang minyak baru. Peta baru dibuat dengan nama Kangaroo
Block karena bentuknya yang seperti Kanguru. Diluar itu, CPOC yang berubah
menjadi PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) juga mengeksplorasi Coastal
Plains Pekanbaru Block (CPP Block) dan Mount Front Kuantan Block (MFK Block).
Saat ini, Caltex sudah berubah lagi menjadi PT Chevron
Pacific Indonesia. Selain itu ada beberapa perusahaan pertambangan minyak lain
seperti PT Siak Bumi Pusako, Kondur Petroleum, PT Pertamina, dan sebagainya.
Kapal pengangkut minyak. Dokumen pribadi.
ALUR
PERTAMBANGAN MINYAK
Ketika sumur pertama kali dioperasikan, yang berarti
cadangan minyaknya masih banyak, menaikkan minyak dari perut bumi itu mudah
saja, dibor biasa seperti mengebor sumur, hanya saja dengan kedalaman yang
berbeda. Minyak yang dihasilkan disebut sebagai primary recovery.
Setelah lama ditambang, cadangan minyak menipis
sehingga perlu usaha lebih keras dengan menggunakan sistem injeksi sampai
kedalaman reservoir. Cadangan minyak didalam bumi itu menempel di bebatuan atau
kerak sehingga dengan injeksi diharapkan minyak bisa terangkat ke permukaan.
Ada dua jenis injeksi. Untuk light crude oil di Minas cukup menggunakan
air panas. Sedangkan untuk heavy crude oil seperti di Duri harus
menggunakan injeksi uap (steam). Duri Steam Flood adalah sistem injeksi
uap terbesar didunia. Hasil dari sistem injeksi ini disebut dengan secondary
recovery.
Minyak yang naik dari sumur itu masih berupa campuran
minyak (10-15%), air dan gas. Campuran itu lalu dikirim menggunakan pipa
raksasa ke gathering station untuk dipisahkan. Gas masih dipakai, ditampung dan
dikompresi, untuk menaikkan kadar oktan. Jika sudah tidak terpakai gas akan
dibakar. Kobaran api diatas pipa itu sering bisa kita lihat dari jalan umum.
Sedangkan airnya akan digunakan untuk proses injeksi berikutnya.
Karena masih mengandung berbagai bahan campuran yang
berbahaya, pipa berbahan carbon steel ini dilengkapi dengan jalan
pemeliharaan sepanjang pipa. Proses tersebut menggunakan banyak bahan kimia,
karenanya limbah proses itu tidak boleh dibuang sembarangan. Limbah tersebut
ditampung di kolam-kolam, diproses lagi sampai tidak berbahaya untuk dibuang.
Setelah proses pemisahan selesai, minyak mentah
dialirkan ke Dumai, kota pelabuhan Riau di tepi selat Malaka. Sebagian dari
minyak mentah itu diolah oleh Pertamina disana dan sebagian lagi langsung
diekspor menggunakan kapal-kapal tanker ke seluruh dunia.
Perlu diketahui, panjang pipa minyak mentah di Riau
ini sekitar 1000 kilometer. Pipa minyak mentah inilah yang sering diberitakan
dirusak orang dengan maksud mencuri minyak mentah tersebut. Pipa ini
sesungguhnya sangat berbahaya karena bertekanan tinggi. Jika ada oil spill
sedikit saja, langsung seluruh kegiatan di-shut down untuk perbaikan.
Apa yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab itu dapat merugikan
masyarakat sekitar. Beberapa waktu lalu ada yang terbakar karena kegiatan
ilegal tersebut.
AMDAL
A. Pengertian AMDAL
Pada umumnya setiap negara yang
sedang membangun memiliki sistem perencanaan pembangunan sendiri-sendiri.
Sistem perencanaan pembangunan ini disusun secara sistematis untuk mencapai
tujuan pembangunan yang telah ditetapkan. Di indonesia pembangunan nasional
disusun atas dasar pembangunan jangka pendek dan jangka panjang. Keduanya
dilaksanakan secara sambung menyambung untuk dapat menciptakan kondisi sosial
ekonomi yang lebih baik. Kegiatan pembangunan ini dilaksanakan dengan
menggunkan apa yang disebut proyek.
Langganan:
Postingan (Atom)




